Bagi sebagian orang, pergi ke gym mungkin hanya sekadar cara untuk mengisi waktu luang.
Namun, bagi mereka yang bermental kuat, gym adalah tempat untuk mencapai tujuan yang konkret. Apakah itu bulking (menambah massa otot) atau fat loss (membakar lemak), setiap individu datang dengan mimpi dan target yang berbeda-beda. Di sinilah garis pemisah itu muncul.
- Disiplin vs mood.
Banyak orang "biasa" hanya akan berlatih saat mood sedang bagus. Sebaliknya, orang yang kuat tidak akan menunggu motivasi datang. Mereka paham bahwa hasil yang luar biasa tidak peduli dengan perasaan kita hari ini. Itulah pentingnya melawan rasa malas dan tetap berangkat ke gym meski sedang tidak bersemangat. - Menghargai proses.
Di era yang serba cepat ini, banyak yang menginginkan transformasi tubuh khususnya dalam semalam. Padahal, mereka yang bermental kuat tahu bahwa perubahan fisik butuh proses yang lama dan melelahkan. Uniknya, bagi mereka yang konsisten melakukan olahraga angkat beban, ada perasaan senang dan gembira tersendiri yang muncul dari setiap tetes keringat yang mereka lalui. - Kunci utama konsistensi.
Bukan tentang seberapa berat beban yang kita angkat dalam satu hari, tapi tentang seberapa sering kita kembali ke gym setiap minggunya. Konsistensi inilah yang pada akhirnya membentuk karakter seseorang menjadi lebih tangguh di dunia nyata.
Melatih kekuatan di gym sangat mirip dengan cara saya membangun Math Reality untuk anak-anak serta murid. Keduanya sama-sama tidak peduli dengan kondisi mood dan tidak memberikan hasil instan butuh yang namanya 3 poin tadi. Jika di gym kita melatih otot agar kuat mengangkat beban, di Math Reality kita melatih nalar dan logika agar kuat memecahkan masalah. Keduanya butuh konsistensi agar kita tidak menjadi orang yang 'biasa-biasa saja', melainkan pribadi yang kuat secara fisik dan cerdas secara logika dikemudian hari.
Salam Hangat,
ARIF RAMADHAN
Pengembang Blog | Math Reality
Comments